Headlines News :
resize
STOP Corruption, mulai dari kita. Sekarang !!Dewan Pelaksanan Cabang Clean Governance Lamongan. Against Corruption
Home » » Boni: Demokrat Tak Penting Lagi, Suaranya Tak Akan Tembus 10 Persen

Boni: Demokrat Tak Penting Lagi, Suaranya Tak Akan Tembus 10 Persen

Written By Unknown on Sunday, January 12, 2014 | 9:30 AM


JAKARTA,  - Direktur Eksekutif Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens mengatakan, Partai Demokrat akan semakin terpuruk setelah mantan ketua umumnya, Anas Urbaningrum, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut Boni, perolehan suara Demokrat di Pemilihan Umum Legislatif diprediksi tak akan tembus 10 persen. 

"Demokrat sudah menjadi elemen yang tidak penting lagi," kata Boni, di Jakarta, Minggu (12/1/2014).

Boni mengatakan, selain karena kegaduhan yang muncul dari balik kasus Anas, publik juga diyakininya sudah jengah dengan Demokrat. Boni menebak, perolehan suara Demokrat hanya di kisaran 7 persen. Sebab, kata dia, semua strategi yang dilakukan tak dapat mendongkrak dukungan publik untuk Demokrat, termasuk konvensi calon presiden yang dinilainya gagal.

"Paling beruntung, kalau dia (Demokrat) tidak curang bisa dapat tujuh persen di Pileg. Kalau dapat lebih dari tujuh persen, patut dicurigai, cari saja bukti-bukti," kata dia.

Sebelumnya, Juru bicara Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengatakan, penahanan Anas memberikan dua dampak terhadap partainya. Di satu sisi, beban Demokrat akan berkurang, tetapi di sisi lain akan membuat elektabilitas Demokrat anjlok.

Dalam survei Kompas, ditunjukkan juga bahwa dukungan responden pada partai Demokrat terus turun sepanjang 2013, bahkan hingga ke bawah perolehan suara pada Pemilu 2004. Semua bermula dari terungkapnya dugaan korupsi proyek Hambalang di Kementerian Pemuda dan Olahraga, badai seolah sambung-menyambung menyambangi partai pengusung Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk dua periode berturut-turut ini.

Suara Partai Demokrat "terdegradasi" dari level psikologis 10 persen pada periode ketiga survei yang digelar Kompas selama 2012 sampai 2013. Partai ini masih memiliki simpanan dukungan suara 11,1 persen pada periode pertama survei yang hasilnya dirilis pada Desember 2012. Angka tersebut turun 1 persen menjadi 10,1 persen pada periode kedua dengan rilis hasil pada Juni 2013.

Penurunan suara 1 persen ini terjadi setelah momentum penetapan tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi atas mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Konvensi, yang dinilai merupakan strategi Partai Demokrat memulihkan citra, tak kunjung berdampak meski sudah berjalan lewat tiga bulan. Dukungan untuk partai ini justru semakin turun, dan anjlok ke 7,2 persen pada survei ketiga yang pengumpulan datanya rampung pada Desember 2013. Capaian ini bahkan lebih rendah dari perolehan suara mereka pada Pemilu 2004, yang tercatat 7,45 persen.

Pemilu 2004 adalah pemunculan pertama Partai Demokrat dalam pesta demokrasi di Indonesia. Rangkaian survei yang digelar harian Kompas menggunakan metode survei longitudinal, yakni meminta pendapat dari responden yang sama. Ketiga survei dilakukan secara tatap muka, dalam tiga periode waktu.

Survei periode pertama yang hasilnya dilansir pada Desember 2012 dilakukan pada rentang 26 November 2012 sampai 11 Desember 2012. Periode kedua, 30 Mei 2013 sampai 14 Juni 2013, dan diumumkan pada Juni 2013.

Adapun, periode ketiga terlaksana pada 27 November 2013 sampai 11 Desember 2013, diumumkan mulai Rabu (8/1/2014). Melibatkan 1.380 sampai 1.400 responden dari 34 provinsi di Indonesia, survei menggunakan tingkat kepercayaan 95 persen dan rentang kesalahan (margin of error) 2,6 persen dalam penarikan sampel acak sederhana.
Penulis: Indra Akuntono
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

gif animator

Jangan Lewatkan

Popular Posts

Followers

 
Support : Creating Website | SMI Template | Suara Lamongan Template
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. suara lamongan - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Sentra Media Informatika