JAKARTA- Tahun 2013 diperkirakan akan menjadi puncak korupsi partai Politik. Pasalnya semua
partai politik akan mempersiapkan logistik untuk menghadapi pemilu 2014.“Partai di Indonesia gagal bertransformasi menjadi partai modern, jadi tak heran bila partai politik akan menjadi bunker para koruptor. Tahun 2013 akan menjadi puncak korupsi politik,” kata Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute Gun Gun Heryanto kepada Okezone, Senin (31/12/2012).
Gun-Gun mengatakan, data yang disampaikan Indonesia Corruption Watch (ICW) yang menyebutkan ada 52 orang kader hanyalah penegasan atas asumsi yang selama ini mencuat. “Hal ini tidak mengherankan, karena asumsi bahwa partai terlibat korupsi sudah ada sejak lama,” katanya.
Penyebab banyaknya kader partai politik yang terlibat korupsi, kata Gun Gun disebabkan karena beberapa faktor. Diantaranya sifat oligarki di dalam partai politik. “Akibatnya kebijakan partai itu, dari, oleh dan untuk elite saja. Selain itu tidak ada pengawasan internal dari partai politik,” kata Gun Gun.
Partai di Indonesia, kata Gun Gun tak memiliki seorang pemimpin imparsial yang mampu berada di luar elite partai, sehingga tidak ada keseimbangan di dalam partai. “Tidak ada Check and Balance di tubuh partai, sehingga wajar bila korupsi akan berulang,” katanya.
Faktor lain yang menyebabkan, kader partai politik melakukan korupsi adalah, adanya politik transaksional yang kerap terjadi. “Ada suatu tradisi di mana distribusi jabatan publik oleh partai dilakukan secara transaksional, akibatnya biaya politik menjadi tinggi. Bila partai di Indonesia telah modern, maka tentunya mereka memiliki cara preventif untuk mengatasi kader bermasalah,” katanya
(ugo)

0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !